Aku dan Kamu ^_^

06112909381300.jpg

Sebuah Renungan Untukmu
Aku dan sebuah tantangan sangatlah dekat,
di mana ada tantangan di situ ada aku,
apakah aku tantangan bagimu ????
atau aku sedang mencari tantangan di dalam dirimu ????

itulah kau rayonku…
kau adalah jiwaku…
kau adalah Spiritku…
di mana setiap detik,
di setiap tindakan,
di setiap lamunan,

aku adalah badanmu
dan kau adalah jiwaku..
qt adalah satu..

jiwa yang tak akan pernah mati
walau jasad ini tekoyak di dalam tanah…

By : Ervin Kusuma Dewi

Advertisement

13 Comments »

  1. Mr WordPress Said:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. izar Said:

    kamu adalah kamu

    kamu bukannya aku,dia, mereka atau yang lainnya

    Sesosok manusia yang mencari arti kehidupan

    dengan hati dan pikiran mencoba menyibak kalbu kehidupan

    tawa dan tangis mewarnai perjalanan hidupmu

    bersama teman, bersama saudara kita melangkah bersama

    hanyalah kamu yang tau arah hidupmu

    hanyalah kamu yang bisa mewujudkan impianmu

    dan hanyalah kamu yang dapat marubah nasibmu

    semangat…., to be a great Princes of SPARTA

  3. azhar Said:

    Congrat’s for the new weblog. What ‘bot the multiply?

    Salam kenal, Cild

    regards
    tentangkita.co.nr

  4. Hanafi Said:

    Wah kok kurang meriah yach!
    coba ditambai yang laen,.

  5. Herry Said:

    Didalam Kegelapan Malam Ku

    Didalam gelap Mu, aku selalu menjadi cahaya Mu
    Menjadi matahari dalam hidup Mu
    Terangku tak kan pernah hilang
    Walau pun diterpa gelap malam…
    Seperti cahaya cintaKu yang selalu menerangi
    Dalam kegelapan malam Mu
    Di saat kau sendiri
    Cahaya cintaKu tak kan pernah menghilang
    Sampai kapan pun “Duhai Bidadari Ku”.

  6. Herry Said:

    Teman Sebagai Pedoman

    Dari dahulu mendengarkan suaranya
    siapakah itu intan atau permata
    lalu kutulis kata2 pujangga
    menghiasi isi hatiku hanya untuk mu

    luas lautan usah coba kau duga
    jadi ingatan teman sebagai pedoman
    namun kuterus coba mendekatimu
    namun aku tertewas kita tak serupa

    kau bandingkan ku dengan kekayaan
    ternyata aku ketinggalan walau ikhlas mencintai mu
    kau hina tanpa rasa simpati
    masih terdengaran nista yang kau beri

  7. Herry Said:

    “BAHAGIAMU ADALAH TANGISKU”

    Ku tatap seberkas sinar di langit kelam
    Mentari enggan menyapaku
    Malam hadir mencekam
    Kian mendalam pilu di jiwa

    Jalinan tersulam rapi
    Putus satu demi Satu
    Sahabatku… kau di sana bahagia
    Aku disini penuh kepedihan

    Oh tuhan yang agung…
    Ku tersandar dalam keluh resah
    Dosa dan salah apa terjadi
    Hingga kepahitan ini harus ku jalani sendiri

    Sahabatku… hatiku hancur lantak berdebu
    Kau regut dia dariku
    Merampas keindahan milikku
    Hidupku tersisih sia-sia

    Biarlah segalanya ku kubur
    Cinta,kenanganmu, dan segenap harapanku
    Walau pedih kenyataan ini
    Aku harus setia menghadapinya…

  8. Herry Said:

    Ayah…
    Terimakasih atas keringatmu
    Yang selalu membasahiku

    Untuk Ayah Ku

    Ayah…
    Keringat mu sangat berharga
    Dan teruslah basahi aku dengan keringatmu

    Ayah….
    Keringatmu tak bisa kubeli
    Dengan segudang dunia

    Ayah…
    Maafkan aku
    Bila aku tak bisa mengganti keringatmu.

  9. Herry Said:

    Jangan Sia-siakan Cinta Kita

    Kering sudah cintaku
    Layu bersama waktu
    Kesejukan yang ku damba
    Tiada datang menyela

    Oh Cinta…
    Bawalah daku terbang
    Bersama dia yang ku cintai
    Melayang di antara kemilau langit berawan

    Kasih… ku ingin kau berjanji
    Tak sia-siakan saat ini
    Percayakan aku
    Yang kan setia menemanimu

    Jangan pernah
    Kau ucapkan kata pisah
    Ku harap s’lalu
    Ada Cinta di setiap nafasmu

    Terus… dan terus…
    Menyelimuti jiwaku
    Penuh kehangatan
    Untuk selama-lamanya…

  10. Herry Said:

    Bunda

    Bunda….
    Terimakasih atas cintamu
    Terimakasih atas sayangmu

    Bunda…
    Cintaku hanya sepanjang tiang listrik
    Tapi sayangmu sepanjang jalan

    Bunda….
    Aku tak bisa mengembalikan sayangmu
    Walaupun dengan harta dunia

    Bunda…
    Maafkan aku
    Yang selalu menyakitimu.

  11. aabeta Said:

    we g ngerti soal puisi,tp keliatany enak dibaca :d

  12. Amin Setianto Said:

    huii

  13. caksyam Said:

    like this, keep share …. barokallohu fik


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers